Web3: Asisten Virtual Website Masa Depan

Web3 hadir sebagai evolusi web 2.0 yang akan mampu menganalisis kebutuhan pengguna dengan tepat sasaran. Kok bisa?

Web3: Asisten Virtual Website Masa Depan
Photo by NASA / Unsplash

Web3 - Pernahkah terlintas di pikiran anda jika suatu saat nanti, web bisa menganalisais kebiasaan browsing kita dan mampu menjadi asisten pribadi dalam pencarian informasi di dunia maya? Mungkin saja hal ini akan terwujud di revolusi Web3.

Apa itu Web3?

Web3 merupakan evolusi dari Web 2.0 yang sudah ada saat ini, dengan fitur-fitur yang meningkatkan dan menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Sebenarnya, definisi dari Web3 sendiri belum jelas.

Tim Berners-Lee, penemu World Wide Webmerilis sebuah artikel ilmiah yang memberikan gambaran tentang Web3 yang mampu membaca halaman website yang ditampilkan oleh search engine seperti yang dilakukan oleh manusia saat ini.

Dalam penerapannya, Web3 menggunakan internet untuk membuat koneksi dengan informasi, sehingga browser yang kita gunakan mampu membaca kebiasaan browsing kita dan membantu kita untuk mendapatkan informasi yang sesuai.

Misalnya, kita ingin memesan tiket pesawat untuk liburan dengan budget yang terbatas, kita membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mebandingkan harga tiket pesawat, penginapan dan yang lainnya berdasarkan keyword yang kita masukkan di search engine.

Namun dengan Web3, pencarian dan analisis data akan dilakukan secara mandiri oleh internet. Sementara itu, browser akan menganalisis data dan menampilkan hasilnya kepada kita.

Penerapan lainnya dari Web3 yang mampu memanfaatkan history kita untuk menampilkan data yang sesuai. Jadi, ketika ada dua orang mencari satu keyword yang sama, hasil yang muncul bisa saja berbeda.

Perkembangan Teknologi Web

Tentu saja, sebelum muncul Web3 ini ada beberapa versi web sebelumnya dan versi web yang sedang kita gunakan sekarang, yaitu Web 1.0 dan Web 2.0. Istilah Web 1.0 sebenarnya baru muncul setelah Web 2.0 berkembang,

Beberapa karakteristik Web 1.0 ini adalah,

  • Web pages bersifat statik atau read only, pengguna hanya bisa menerima informasi saja tanpa memberikan informasi
  • Menggunakan tag HTML seperti <marquee> dan <blink>
  • Menampilkan beberapa web page dalam satu window ย  ย  atau biasa disebut dengan frameset
  • Penggunaan button GIF untuk mempromosikan produk
  • Terdapat fitur buku tamu online.

Sedangkan istilah dari Web 2.0 pertama kali dibuat oleh Dary DiNucci, termuat dalam artikelnya yang berjudul "Fragmented Future". Akan tetapi, yang mempopulerkannya adalah Tim O'Reilly pada tahun 2004 saat mengadakan konferensi Web 2.0.

Pada intinya, Web 2.0 ini memungkinkan pengguna untuk berkontribusi memberikan informasi pada web.

Sebagai contoh, di Web 1.0, anonymous user tidak bisa mengedit di Wikipedia, sedangkan di Web 2.0, Wikipedia mengizinkan siapa saja menyunting konten yang ada di dalamnya. Contoh lainnya adalah munculnya situs jejaring sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter yang membantu kita untuk dapat berkomunikasi dengan user lain secara real time, walaupun dengan zona waktu dan wilayah yang berbeda.

Karakteristik dari Web 2.0 adalah:

  • Pengguna dapat berkontribusi memberikan informasi pada web page
  • Pengguna dapat berkomunikasi dengan user lain melalui jejaring sosial
  • Waktu share content yang sangat cepat dan efisien, hampir mendekati real time. Contohnya, sharing video YouTube
  • Menggunakan RSS (Really Simple Syndication) untuk mendapatkan notifikasi apabila suatu web page telah diupdate
  • Internet bisa terhubung lebih dari satu perangkat. Contohnya melalui telepon genggam, tablet, dan yang lainnya.

Apa Saja Fitur Baru Web3?

A world of technology
Photo by Maxim Hopman / Unsplash

Pengimplementasian Web3 tentunya membutuhkan beberapa teknologi yang mendukung. Melansir dari beberapa situs, berikut ini adalah teknologi yang diprediksi akan diterapkan pada Web3.

1. Web Semantik

Pernah mendengar istilah yang satu ini?

Web semantik merupakan pengembangan dari aplikasi web itu sendiri. Web semantik ini mampu menampilkan rekomendasi kepada penggunanya berdasarkan minat user.

Tim Berners-Lee lah yang memperkenalkan sekaligus mengatakan konsep semantic memiliki kumpulan informasi yang dinamakan ontologi.

Ontologi didapat dari kebiasaan user di internet.

Tentu saja, dalam mengklasifikasi data bukanlah hal yang mudah, sehingga ketika kita memberikan tag, bookmark, maupun favorit pada situs, atau`informasi yang kita sukai, hal ini akan membantu semantik dalam mengembangkannya. Dengan berbagai tag dan favorite yang ada, Web3 dapat mencari informasi yang relevan untuk ditampilkan ke user.

Beberapa web telah menerapkan konsep semantik ini, seperti Spivack's Radar Networks, Yahoo's Food Site, dan development platform, Jena di Hewlett-Packard

2. Application Programming Interface (API) dan Mashup

API merupakan suatu software yang pengimplementasiannya menggunakan software yang mampu berinteraksi dengan software lain, konsepnya sama seperti user interface yang membuat user mampu berinteraksi dengan komputer. API dapat menggabungkan beberapa aplikasi menjadi satu aplikasi atau kita biasa menyebutnya dengan mashup.

Contohnya, ada sebuah aplikasi yang mereview tempat wisata alam. Nah, developer dapat menggabungkan aplikasi ini dengan Google Maps dan Google Street View agar user bisa melihat gambar dan lokasi dari tempat wisata tersebut.

3. Tampilan 3D

Muncul konsep tampilan yang sangat fresh di Web3, yap, Tampilan 3 dimensi ini yang maksudnya untuk pembuatan dunia virtual seperti yang ada di situs Second Life, jika kalian mengetahuinya. Second Life ini mirip seperti game The Sims, tetapi bersifat open world. Dengan begitu, user bisa bertemu dengan user lain yang juga sedang online.

Second Life menawarkan kehidupan user di dunia virtual yang berbeda dari dunia nyata. Interaksi dalam situs ini bisa menggunakan teks, audio dan video. Nah, konsep inilah yang nantinya akan Web3 kembangkan.

4. Ubiquitous Web

Teknologi yang satu ini akan membawa Web3 jauh lebih berkembang lagi, karena konsep ini akan membawa Web3 hadir dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak hanya di perangkat elektronik saja, Web3 bisa saja muncul di pakaian, peralatan rumah tangga, furniture, dan yang lainnya.

Dengan begitu, semua orang akan selalu terhubung ke internet setiap saat. Smart home sudah lebih dulu menggunakan konsep ini dan tidak menutup kemungkinan di masa mendatang, peralatan elektronik mampu "membaca" kebiasaan kita dan melakukan penyesuaian.

Karena masih dalam pengembangan, tentunya Web3 memiliki beberapa kelemahan, salah satunya adalah privasi kita sebagai user. Jika web dapat mengakses history dan mempelajari kebiasaan kita saat menggunakan internet, bukankah itu menjadi sedikit offensive?

Bagaimanapun itu, semoga saja nanti privasi dan keamanan data kita terjamin di revolusi Web selanjutnya ini. Bagaimana menurut kalian? Apakah Web3 sudah siap untuk digunakan dalam kehidupan?

Perbandingan Web3 dan Web 2.0

Menyesuaikan perkembangkan software dengan kebutuhan pengguna yang terus berubah tentunya menjadi prioritas. Antara Web 2.0 yang sedang kita gunakan sekarang, dengan Web3 yang akan kita gunakan di masa mendatang, apa saja sih perbandingannya?

Berikut beberapa perkembangan pada Web3:

  • Di Web 2.0, twitter dapat melakukan sensor terhadap akun maupun tweet yang tidak pantas.
  • Pada Web3, twitter tidak dapat melakukan sensor terhadap tweet maupun akun karena pengontrolannya terdesentralisasi.
  • Layanan pembayaran di Web 2.0 dapat memutuskan untuk tidak mengizinkan transaksi dalam beberapa kasus tertentu.
  • Pembayaran di Web 3 tidak memerlukan data pribadi dan tidak dapat menolak transaksi yang dilakukan oleh pengguna.
  • Di Web 2.0, server untuk aplikasi gig-economy seperti crypto dan aplikasi trading lainnya bisa down ย  ย  secara tiba-tiba, dan ini tentunya akan mempengaruhi pendapatan dari para trder.
  • Web3 mengklaim bahwa, server mereka tidak akan down karena menggunakan Etherum, sebuah jaringan terdesentralisasi dengan 1000 komputer sebagai backend mereka.

Sumber:

  • Web 1.0, [Online documents], [Cited: May 18, 2010] http://en.wikipedia.org/wiki/Web_1.0
  • Jonathan Strickland, "How Web 3.0 Will Work," [Online document], [cited: May 18, 2010], http://computer.howstuffworks.com/we b-30.htm
  • Web 2.0, [Online documents], [Cited: May 18, 2010] http://en.wikipedia.org/wiki/Web_2.0
  • J.M. Silva, Abu Saleh M.M. Rahman and A.E. Saddik, โ€œWeb 3.0: A Vision for Bridging the Gap between Real and Virtualโ€, Proceeding of the 1st ACM International Workshop on Communicability Design and Evaluation in Cultural and Ecological Multimedia System, Oct. 2008, pp.9-14. \
  • Application Programming Interface, [Online documents], [Cited: May 18, 2010] http://en.wikipedia.org/wiki/Application_ programming_interface
  • Web 3.0, [Online documents], [Cited: May 18, 2010] http://id.wikipedia.org/wiki/Web_3.0