Kesan Mengikuti Kelas Online dari Tempo Institute

Tanggal 9 September (9.9), banyak toko online yang mengadakan diskon besar. Tapi, alih-alih belanja aneka barang yang diinginkan, saya malah ‘dipertemukan’ dengan iklan kelas online dari Tempo Institute dan akhirnya memborong tiga “Kelas Tanpa Batas” mereka. *Karena harganya diskon juga sih.

Tiga kelas yang saya ambil adalah:

  1. Menulis Gaya Hidup – kelas tentang menulis seputar gaya hidup/lifestyle
  2. Menulis Cerita Perjalanan Autentik – kelas tentang menulis perjalanan/travel
  3. Menulis Artikel Ilmiah Populer Yang Mudah Dimengerti – kelas tentang menulis artikel ilmiah populer

Saya mengambil kelas pertama dan ketiga karena memang dua jenis topik/tipe tulisan ini adalah yang paling sering saya tulis sejak ikut jurnalistik di sekolah. Saya ingin lebih mendalami keduanya.

Sementara, kelas kedua saya ambil agar bisa menulis cerita perjalanan secara lebih baik. Saya memang tidak sering melakukan perjalanan (apalagi di masa pandemi), tapi hampir di setiap perjalanan saya, selalu ada hal menarik yang ingin diceritakan setelahnya. Misalnya Roadtrip Denpasar – Surabaya saya tahun 2019.

Karena kelasnya ada tiga, saya berusaha untuk menyelesaikannya satu per satu dan tidak pernah overlaping antara satu kelas dan kelas lainnya. Karena ini sifatnya adalah belajar mandiri, maka saya juga berusaha untuk tidak mengambil jeda lebih dari satu hari diantara menyelesaikan masing-masing kelas.

Kelas Menulis Gaya Hidup – Mudah karena Familiar

Kelas Menulis Gaya Hidup dibawakan oleh Qaris Tajudin yang sudah menulis Gaya Hidup selama 15 tahun untuk Tempo.

Kelas ini termasuk kelas yang ‘paling mudah’ untuk saya pribadi, karena memang paling sering menulis seputar Gaya Hidup, baik di blog maupun media cetak (semasa SMA). Tapi, saya tetap belajar banyak hal baru dari kelas ini dan memperkuat pondasi ilmu yang sudah saya miliki.

Format kelasnya bisa dibilang sudah matang. Videonya mudah dimengerti dan teksnya memiliki formatting yang membuatnya menarik untuk dibaca untuk orang dengan attention span pendek seperti saya.

Kelas Menulis Cerita Perjalanan Autentik – Masih Kurang Dalam

Kelas ini memiliki format yang paling berbeda diantara dua kelas lainnya. Dibawakan oleh Purwanto Setiadi dan Nita Dian. Formatnya mirip seperti talkshow/wawancara dimana Nita Dian mewakili orang yang ingin belajar seputar menulis cerita perjalanan dan Purwanto Setiadi sebagai narasumber.

Hal yang saya sukai dari kelas ini adalah pemilihan kata yang dipakai, baik di video atau teksnya. Pilihan kata seperti “menjelajah” dan “memanusiakan tempat” membuat kelas ini terasa unik.

Tapi, kelas ini hanya menyentuh ‘permukaan’ dari cerita perjalanan atau setidaknya hanya 60% dari sebuah cerita perjalanan.

Tidak dibahas mengenai foto dan unsur visualnya. Memang sih, dari judul kelasnya saja sudah diketahui bahwa kelas ini hanya membahas tentang tulisan perjalanan saja, tapi mungkin harusnya bisa sedikit diperkenalkan tentang unsur visual seperti apa yang bisa ditambahkan dalam tulisan untuk memikat pembaca.

Kelas Menulis Artikel Ilmiah Populer Yang Mudah Dimengerti

Kelas ini dibawakan oleh Sadika Hamid dan merupakan kelas yang paling ‘rumit’ buat saya.

Di bagian awal, disampaikan hal-hal umum dalam dunia kepenulisan seperti bentuk tulisan, pengumpulan bahan, menentukan angle hingga kerangka dasar penulisan. Tapi, kelas ini menitikberatkan pada satu hal yang selama ini ‘tidak suka’ saya lakukan yaitu editing.

Mengedit tulisan menjadi bagian sangat penting dalam menuliskan artikel ilmiah populer karena di satu sisi, jenis tulisan ini harus sesuai dengan data dan fakta namun di sisi lain juga harus mudah dipahami oleh orang awam tanpa banyak istilah teknis.

Beruntungnya, kelas ini bisa terus diakses, jadi, saya selalu bisa kembali untuk belajar lagi.


Apakah Kelas Tanpa Batas dari Tempo Institute Bagus?

Iya, kelasnya bagus tapi…

Jika kamu adalah orang yang sudah cukup lama di dunia tulis-menulis, beberapa bagian mungkin terasa sangat umum dan dasar. Tapi, jika kamu adalah orang yang baru mulai belajar menulis, struktur kelas dari Tempo Institute ini terbilang bagus dan ramah terhadap pemula.

Satu lagi, saya sih tidak menyarankan untuk mengikuti kelas ini di harga normalnya yaitu Rp.300.000 per kelas. Angka ini cukup tinggi bagi saya pribadi. Lebih baik tunggu hingga ada diskon.

Saya sendiri mendapatkan masing-masing kelas dengan harga Rp.99.000, jadi total saya menghabiskan kurang dari Rp.300.000 untuk mengikuti tiga kelas tersebut.

Kenapa Tunggu Diskon? Kan Kelasnya Katanya Bagus…

Iya, kelasnya memang bagus, strukturnya rapi dan ramah pemula. TAPI… Tidak ada petunjuk ‘mau dibawa kemana’.

Jadi gini, dari ketiga kelas yang saya ikuti. Hanya satu yang secara tersirat memberitahu, ilmu yang sudah saya dapatkan dari kelas tersebut bisa dibawa kemana, yaitu kelas tentang menulis cerita perjalanan. Dikatakan bahwa cerita perjalanan bisa dituliskan di surat kabar, majalah atau blog pribadi.

Sementara, kelas menulis gaya hidup dan artikel ilmiah populer tidak menerangkan kalau kedua jenis artikel ini bisa dibawa kemana atau bisa diterbitkan dimana.

Saya bisa menemukan kelas online berbahasa Indonesia di Udemy yang jauh lebih praktikal, diterangkan mulai dari jenis tulisan, cara menulis hingga cara mendistribusikan jenis tulisan tersebut bahkan bagaimana menghasilkan uang dari jenis tulisan tersebut, dan harganya (saat diskon) dibawah Rp.190.000!

Tapi, kalau kamu merasa jika kelas di Tempo Institute yang ingin kamu ikuti sepadan dengan investasi normalnya, silakan saja.

Pengen ikut kelasnya Tempo Institue nih, tapi bingung mau yang mana…

Saran saya, ambil kelas Mengoptimalkan SEO untuk Penulisan. Kenapa?

  1. Artikel yang memenuhi kaidah SEO selalu punya demand yang tinggi.
  2. Menghasilkan uang dari artikel semacam ini lebih mudah.