Cara PDKT yang Baik

Bagaimana sih cara PDKT yang baik? Biar tidak di ghosting melulu.

Cara PDKT yang Baik
Photo by Manuel Meurisse / Unsplash

Sebuah hubungan yang sehat, harus dimulai dengan masa pendekatan alias PDKT yang sehat pula. Tapi, masa PDKT yang sehat itu seperti apa?

Memulai PDKT yang Baik & Sehat

Pertama, mulailah dari dirimu sendiri.

  • Apakah kamu sudah siap untuk kembali menjalin hubungan?
  • Apakah kamu siap membuka hatimu untuk orang baru?
  • Apakah kamu sudah tidak teracuni oleh masa lalumu?

Kalau kamu masih belum yakin, sebaiknya tunda dulu. Hargai dirimu dan terutama hargai dia yang tidak seharusnya kamu jadikan pelarian.

Kedua, mulailah dengan berteman.

Walaupun kamu menyukai seseorang sejak day one, tapi alangkah sangat-sangat baik jika semuanya dimulai dengan fase teman dulu. Beri waktu pada dirimu dan dirinya untuk saling mengenal.

Bertemanlah dengan baik, kenali segala sifat dan sikapnya terlebih dahulu. Berusahalah untuk menjadi sahabat baiknya yang bisa dipercaya. Kenapa musti gitu sih? Supaya kamu enggak NGEGAS DULUAN!

Kalau belum apa-apa, kalian sudah intens dalam berkomunikasi TIAP HARI seperti orang pacaran, maka ini bisa berbahaya buat kamu. Kok gitu? Karena kamu bisa jadi tidak objektif dalam menilai dan dibutakan oleh cinta, alias jadi BUCIN.

Ketiga, hindari friendzone.

Kalau hubungan kalian kayaknya udah menjurus banget ke arah friendzone atau friend with benefit-zone, segera sadari dan katakan.

Sorry nih, but i like you.

Masih like nih ya, belum love.

Tergantung dari respon yang dia berikan, kamu bisa bertindak. Kalau responnya positif, jalani. Kalau ditolak, BERHENTI, hargai dirimu.


Hargai yang Berusaha Memperjuangkanmu

Catatan khusus nih. Diatas itu dicontohkan kalau kamu adalah yang mendekati, tapi bagaimana kalau seandainya kamu adalah pihak yang didekati?

Jawabannya sederhana:

  • Kalau kamu memang suka atau ingin memberi kesempatan, tolong beri respon yang positif. Hargai usahanya.
  • Kalau kamu memang tidak suka, TOLONG BILANG SEJAK AWAL. Jangan pernah men- ghosting orang. *Itu kalau kamu sadar sedang didekati ya, kalau enggak, ya... mau gimana lagi.

Gimana Tau Kalau PDKT-ku Berhasil?

Pakai grafik yang namanya grafik waktu. Poinnya ada pada waktu dan waktu dekat kalian (chat, ngobrol, bertukar gombalan dan sebagainya).

Jika grafik kalian berwarna merah, artinya kesempatanmu terbuka lebar. Kenapa? Karena semakin lama kalian PDKT, intensitas komunikasi (kedekatan) juga semakin tinggi.

Jika grafik kalian berwarna biru, KEMUNGKINAN BESAR kalian ada di friendzone. Semuanya tampak bagus diawal, tapi habis itu datar-datar aja.

Jika grafik PDKT kalian berwarna ungu, ya mending inget kata tukang sate. "Munduran mas, nanti perih." Awalnya memang menanjak, tapi waktu komunikasi kalian terus menurun tajam.

Kenapa pakai grafik waktu? Karena waktu itu terbatas dan berharga. Saat dia memilih untuk berinteraksi / berkomunikasi / dekat denganmu, pasti ada hal yang dikorbankannya misalnya:

  • Mabar sama temannya
  • Menjalani hobinya
  • Mandi
  • dan sebagainya.

Nah, sampai disini, semoga kamu sukses dengan masa PDKT. Tapi, setelah lulus dari masa PDKT, kamu akan menjalaninya yang namanya masa bucin pacaran. Ada satu advice nih, baca dibawah ya.


Hubungan yang Sehat itu Cenderung 'Membosankan'

Percaya deh, sebuah hubungan yang sehat dan stabil itu justru cenderung 'membosankan' dibandingkan hubungan yang toxic. Kok bisa? Karena...

  • Tidak ada berantem karena hal-hal sepele.
  • Tidak ada yang cemburuan berlebihan.
  • Tidak ada perlakuan / kata kasar yang diikuti permintaan maaf setengah hati.

Hubungan toxic itu justru lebih 'seru' ya karena ada yang namanya Trauma Bonding, kamu 'terikat' oleh kecanduanmu terhadap perlakuan 'toxic' itu tadi.

Tapi, yakinkan dirimu bahwa hubungan yang stabil dan 'membosankan' inilah yang selama ini kamu cari.


Akhir Kata

Jatuh cinta itu... rumit kok. Bukan buat kamu aja, tapi untuk sebagian besar orang. Tulisan ini pun mungkin tidak bisa 100% membantumu, tapi jika harus mengingat satu kalimat saja dari tulisan ini, ingatlah untuk...

"HARGAI DIRIMU SENDIRI!"